Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Akuntansi Sumber Dana & Akuntansi Kliring

Assalamu’alaykum,

Semangat pagi, teman-teman.

Perkenalkan kami dari kelompok 3 yang terdiri dari: (1) Mubarokah Thoyyibah Athaul Wahid (2) Muhammad Muhail (3) Siti Ngatikoh (4) Sulastri (5) Vebriani Fernanda Trorba. Kami disini akan berbagi hasil review kami tentang mata kuliah Akuntansi Perbankan yakni pertemuan 5: Akuntansi Sumber Dana dan pertemuan 6: Akuntansi Kliring disertai contoh soal dan jawabannya.

Kita langsung lanjut ke pembahasan yang pertama ya, teman-teman.

AKUNTANSI SUMBER DANA

1.        Akuntansi haji

Apa itu akuntnsi setoran haji? akuntansi setoran  haji adalah dana dari nasabah yang ditujukan untuk kepentingan khusus naik haji yang diterima oleh bank untuk kemudian diteruskan kepada si pihak berhak. akuntansi terdiri  dari penerimaan setoran dan penerusan dana ke dalam rekening nasabah pengelola naik haji,yang semua merupakan hutng bank. untuk setiap penerimaan setoran haji akan dibukukan sebagai sumber dana bank,atau berada pada posisi sebelah kredit.

2.      Tabungan haji adalah hutang bank kepada masyarakat yang jangka waktunya terbuka,artinya dapat disimpan terus dalam bank hingga jumlahnya mencukupi untuk naik haji.

3.        Akuntansi pinjaman yang diterima

Akuntansi pinjaman yang diterima berbentuk sertifikat deposito,commercial paper dan surat berharga. ada dua macam pinjaman yang diberikan yaitu :

  •  Two step loan adalah pinjaman yang diterima oleh pemerintah RI dari lembaga keuangan internasional yang diteruskan kepada bank umum dan bank perkreditan rakyat melalui bank indonesia,dalam rangka menunjang program pemerintah,termasuk bantuan teknis yang terkait dengan pinjaman tersebut.
  • Pinjaman untuk pembiayaan bersama. Kewenangan pemberian pinjaman untuk tujuan pembiayaan bersama proyek-proyek tertentu tetatp berada pada kantor pusat.untuk setiap kali dditerimana dana pinjaman untuk tujuan pembiayaan bersama akan dibukukan ke daam rekening pinjaman yang diterima pembiayaan bersama.

4.        Akuntansi pinjaman subordinasi

Pinjaman subordinasi adalah pinjaman yang diperoleh brdasarkan suatu perjanjian antara bank dengan pihak lain yang hanya dapat dilunsi apabila bank telah memenuhi persyaratan tertentu.pelunasan ats kewajiban ini baru dapat dilakukan apabila seluruh dana atau simpanan yang ada dalam bank dalam hal terjadi likuidasi telah dilunasi.

5.        Akuntansi kewajiban lain-lain

Jenis kewajiban lain-lain yaitu: pendapatan yag diterima dimuka,setoran jaminan L/C atau garansi bank yang jumahnya relatif kecil,hutang pajak penghasilan yang dihitung berdasarkan laba akuntansi yag disebabkan olehbpos tidak lancar (saldo kredit).

CONTOH SOAL DAN JAWABAN AKUNTANSI SUMBER DANA

1.    Apakah semua bank menggunakan semua sumber dana setoran haji  ?  lalu ada perbedaannya tidak  sumber dana bank konvensional dengan  syariah ?

Jawaban: Tidak semua sumber dana dapat digunakan oleh bank apalagi pada bank syariah terutama sumber dana yang berasal dari masyarakat misalnya dana nasabah yang diterima dalam bentuk titipan ataupun investasi tidak bisa dikelola pada semua lini bisnis secara sembarangan. Pengelolaan dan investasi yang dilakukan bank syariah harus berdasarkan syariat Islam. Di mana lini bisnis yang dipilih haruslah yang memenuhi aturan syariat Islam. Sementara dalam bank konvensional, pengelolaan dana bisa dilakukan pada berbagai lini bisnis yang dianggap aman dan menguntungkan. Selama pengelolaan dana ini tidak menyalahi aturan dan hukum yang berlaku maka pihak bank memiliki kebebasan untuk menjalankan dan mengelola dana tersebut pada berbagai lini bisnis yang dianggap bisa memberikan keuntungan yang paling maksimal.

Terdapat sedikit perbedaan dengan sumber dana pada bank syariah. Jika di atas telah disebutkan sumber dana pada bank konvensional, berikut beberapa sumber dana pada bank syariah:

  • Sumber dana bank syariah yang pertama : modal inti itu modal sendiri dimana dana yang berasal dari para pemegang saham bank yaitu pemilik bank.
  • Sumber dana bank syariah yang kedua : Kuasi ekuitas (mudharabah account) bank menghimpun dana bagi hasil atas dasar prinsip mudaharabah yaitu akad kerja sama antara pemilik dana dengan pengusaha untuk melakukan suatu usaha bersama dan pemilik dana tidak boleh mencampuri pengelolaan bisnis sehari-hari.
  • Sumber dana bank syariah yang ketiga: Titipan wadiah atau simpanan tanpa imbalan dana titipan adalah dana pihak ketiga pada pihak bank, yang umumnya berupa giro atau tabungan.

2.  Bank ABC menyimpan dana pada Bank DKI dalam bentuk sertifikat berjangka yang   bunganya diterima dimuka sebesar Rp 100jt suku bunga  14,4% setahun dengan jangka  waktu 6 bulan. Pembayaran dilakukan dengan bilyet giro Bank Indonesia.

a.       Buatkanlah Jurnal dari Transaksi Tersebut ?

     Jawaban:

Rekening

Debit(Rp)

Kredit (Rp)

Bank lain sertifikat berjangka

100.000.000

 

Bunga sertifikat berjangka  yang  diterima dimuka (100.000.000 x 14,4% / 2 = 7.200.000)

 

   7.200.000

Bank Indonesia

 

 92.800.000

 

 

 

Bunga sertifikat berjangka  yang  diterima dimuka

    1.200.000

 

Pendapatan bunga sertifikat berjangka

(7.200.000/6=1.200.000)

 

   1.200.000

 Nah, untuk yang ini pembahasan pertemuan 6 nya teman-teman.

Selamat membaca !!

AKUNTANSI KLIRING

1.      Sistem Kliring

Kliring merupakan sarana atau cara perhitungan hutang-piutang dalam bentuk surat-surat berharga atau surat dagang dari suatu bank peserta yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia atau pihak lain yang ditunjuk. Kliring didefinisikan juga sebagai pertukaran warkat atau data keuangan elektronik antarbank baik atas nama bank maupun nasabah yang hasil perhitngannya diselesaikan pada waktu tertentu.

Berdasarkan sistem penyelenggarakannya, kliring dapat menggunakan:

  • Sistem Manual, yaitu sistem penyelenggaraan Kliring Lokal yang dalam pelaksanaan perhitungan, pembuatan Bilyet Saldo Kliring serta pemilahan warkat dilakukan secara manual oleh setiap peserta.
  • Sistem Semi Otomatis, yaitu sistem penyelenggaraan Kliring Lokal yang dalam pelaksanaan perhitungan dan pembuatan Bilyet Saldo Kliring dilakukan secara otomasi, sedangkan pemilahan warkat dilakukan secara manual oleh setiap peserta 
  • Sistem Otomasi, yaitu sistem penyelenggaraan Kliring Lokal yang dalam pelaksanaan perhitungan dan pembuatan Bilyet Saldo Kliring dilakukan oleh penyelenggara secara otomasi.
  • Sistem Elektronik, yaitu penyelenggaraan Kliring Lokal secara elektronik yang selanjutnya disebut kliring elektronik adalah penyelenggaraan kliring lokal yang dalam pelaksanaan perhitungan dan pembuatan Bilyet Saldo Kliring didasarkan pada Data Keuangan Elektronik yang selanjutnya disetiap DKE disertai dengan penyampaian warkat peserta kepada penyelenggara untuk diteruskan kepada peserta penerima.

 

Warkat adalah alat pembayaran bukan tunai yang diperhitungkan atas beban atau untuk untung rekening nasabah atau bank melalui kliring.

Warkat yang dapat diperhtungkan dalam kliring otomasi adalah:

  • Cek adalah cek sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) termasuk cek dividen, cek perjalanan, cek cinderamata, dan jenis cek lainnya yang penggunaannya dalam kliring disetujui oleh Bank Indonesia
  • Bilyet Giro adalah surat perintah dari nasabah kepada bank penyimpan dana untuk memindahbukukan sejumlah dana dari rekening yang bersangkutan kepada rekening pemegang yang disebutkan namanya termasuk Bilyet Giro Bank Indonesia.
  • Wesel Bank Untuk Transfer (WBUT) adalah wesel sebagaimana diatur dalam KUHD yang diterbitkan oleh bank khusus untuk sarana transfer
  • Surat Bukti Penerimaan Transfer (SBPT) adalah surat bukti penerimaan transfer dari luar kota yang dapat ditagihkan kepada bank peserta penerima dana transfer melalui kliring lokal.
  • Warkat Debet adalah warkat yang digunakan untuk menagih dana pada bank lain untuk untung bank atau nasabah bank yang menyampaikan warkat tersebut
  • Warkat Kredit adalah warkat yang digunakan untuk menyampaikan dana pada bank lain untuk untung bank ata nasabah bank yang menerima warkat tersebut.

 

Formulir kliring merupakan formulir yang digunakan untuk proses perhitungan kliring lokal dengan manual meliputi:

  • Neraca kliring penyerahan/pengembalian. gabungan formulir ini disediakan oleh penyelenggara dan digunakan oleh penyelenggara untuk menyusun rekapitulasi neraca kliring penyerahn/pengembalian.
  • Neraca kliring penyerahan/pengembalian. Formulir ini disediakan oleh peserta dan digunakan oleh peserta untuk menyusun neraca kliring penyerahan/pengembalian atas dasar daftar warkat kliring penyerahan/pengembalian.
  •  Bilyet saldo kliring. Formulir ini disediakan oleh peserta dan digunakan digunakan oleh peserta untuk menyusun bilyet saldo kliring berdasarkan neraca kliring penyerahan dan neraca kliring pengembalian.

 

 2Penyelenggaraan Kliring Lokal Manual

 Penyelenggaraan kliring terdiri dari dua tahap.

  • Kliring Penyerahan

Warkat kliring yang diserahkan oleh masing-masing peserta:

a.       Warkat Debet Keluar (WDK):

Warkat yang disetorkan oleh nasabah suatu bank untuk keuntungan rekening nasabah tersebut.

b.      Warkat Kredit Keluar (WKK):

Warkat pembebanan ke rekening nasabah yang menyetorkan untuk keuntungan rekening nasabah lain.


  • Kliring Penyerahan

Warkat kliring yang diterima dari peserta lain:

a.       Warkat Debet Masuk (WDM):

Warkat yang diserahkan oleh peserta lain atas beban nasabah bank yang menerima warkat.

b.      Warkat Kredit Masuk (WKM):

Warkat yang diserahkan oleh peserta lain untuk keuntungan nasabah bank yang menerima warkat.

 

Hubungan antara Warkat Debet Keluar (WDK) dan Warkat Debet

Masuk (WDM) dijabarkan sebagai berikut:

Bank yang menyerahkan warkat kliring keluar atau warkat debet keluar (WDK), akan menikmati penambahan rekening giro pada Bank Indonesia. Sedangkan Bank yang menerima warkatnya sendiri atau warkat debet masuk (WDM), saldo gironya pada Bank Indonesia akan berkurang sebesar nilai nominal warkat tersebut.

 

Hubungan Warkat Kredit Keluar

(WKK) dan Warkat Kredit Masuk (WKM) dapat dijabarkan sebagai berikut: 

Bank yang menyerahkan warkat kliring keluar atau warkat kredit keluar (WKK), akan menyebabkan pengurangan pada rekening giro pada Bank Indonesia. Sedangkan Bank yang menerima warkat tersebut atau warkat kredit masuk (WKM), saldo gironya pada Bank Indonesia akan bertambah sebesar nilai nominal warkat tersebut.

 

3.      Sistem Kliring Warkat Luar Wilayah

Kliring warkat luar wilayah adalah penyelenggaraan kliring atas cek dan BG yang diterbitkan oleh kantor bank yang bukan peserta di wilayah kliring dimana cek dan BG tersebut dikliringkan.

Penerapan kliring warkat luar wilayah akan memberikan manfaat

berupa efisiensi dalam penyelesaian pembayaran cek/BG luar kota, baik

efisien waktu maupun biaya, karena:

a.       Efektivitas dana cek/BG sesuai jadwal kliring lokal dimana warkat dikliringkan (same day settlement)

b.      Biaya proses oleh Bank Indonesia sama dengan warkat lokal lainnya.

 

Keterangan :

a)      X yang merupakan nasabah Bank B di Surabaya melakukan transaksi dengan Y yang merupakan nasabah Bank A di Jakarta.Dalam hal ini X melakukan pembayaran kepada Y dengan memberikan cek/BG Bank B Surabaya.

b)      Y kemudian menyetorkan cek/BG tersebut ke rekeningnya di Bank A Jakarta.

c)      Bank A yang ada di Jakarta, tidak perlu melakukan inkaso, melainkan dapat langsung mengklringkan cek/BG bank tersebut melalui kliring lokal di Jakarta.

d)      Kantor Bank B yang ada di Jakarta kemudian melakukan validasi cek/BG tersebut.

e)      Jika valid dan dana mencukupi, maka Bank B melalui penyelenggara kliring di Jakarta akan menginformasikan efektivitas dana atas cek/BG tersebut.

f)       Bank A kemudian menerima laporan mengenai efektivitas dana atas cek/BG Bank B dari penyelenggara kliring di Jakarta.

g)      Atas informasi, Bank A kemudian akan melakukan pengkreditan ke rekening nasabah Y.

Dengan memperhatikan mekanisme di atas terlihat bahwa cek/BG yang diterbitkan oleh Bank B di Surabaya tidak perlu dikirim atau diinkasokan ke Surabaya, sebab Bank B merupakan peserta kliring warkat luar wilayah dan mempunyai kantor di wilayah kliring Jakarta. Dengan dikliringkan di Jakarta, maka cek/BG tersebut akan diproses sesuai dengan jadwal Jakarta, sehingga Bank A yang mengkliringkan dapat memperoleh kepastian efektivitas dana yang lebih cepat atas penagihan cek/BG tersebut, yaitu pada hari yang sama atau paling lambat keesokan harinya sejak warkat dikliringkan.

 

CONTOH SOAL DAN JAWABAN AKUNTANSI KLIRING

1. Apa itu akuntansi kliring ?

Jawaban: Akuntansi Kliring adalah cara untuk sarana perhitungan  hutang piutang dalam  bentuk surat- suart berharga atau surat dengan dari suatu bank  perserta yang diselenggarakan  oleh bank Indonesia  atau pihak yang lain yang di tujunkan.

2. Sebutkan dan jelskan sistem kliring?

Jawaban:

a.  Sistem manual adalah, sistem penyelenggaraan kliring loka yang dalam pelaksanakan perhitungan,pembuatan bilyet saldo kliring serta pemilihan warjat dilakukan secara manual setiap perserta.

b.   Sistem semi otomatis,adalah sistem penyelenggaraan kliring loka yang dalam pelaksanaan perhitungan dan pembuatan bilyet saldo kliring di lakukan secara otomatis.

c.  Sistem otomatis,adalah sistem penyelaggaraan kliring local  yang dalam pelaksanaan perhitungan,pembuatan bilyetsaldo kliring,dan pemilih warkat   dilakukan oleh penyelenggara secara otomatis

d.  Sistem elektronik,adalah penyelenggaraan kliring lokal secara elektronik  yang dalam pelaksanaan perhitungan dan pembuatan bilyet saldo kliring didasrkan pada data keuangan elektronik.

       3.  Transaksi – transaksi di bawah ini adalah transaksi  yang di selesaikan  melalui kliring.Peserta  kliring bank CIS dan Bank CUS Lembaga kliring bank Indonesia Bandung.

a.       Bank Cus Bandung  menerima warkat kredit masuk untuk nasabah giro twi Sebesar Rp 30.0000.000 .Warkat diterima dari Bank Cus Bandung

b.      Bank Cus Bandung  mendebet rekening giro Tn Anis untuk  keuntungan  nita nasabah bank ABC Bandung  sebesar Rp 5000.000

Diminta :

a. Pencatatan jurnal pada masing-masing bank peserta kliring

b. Neraca kliring pada masing-masing bank peserta kliring

c. Neraca kliring yang perlu disajikan BI

Jawaban:

*Pencatatan jurnal Bank Cus Bandung

Transaksi

Keterangan

Rekening

Debit (Rp)

Kredit(Rp)

A

Kliring 2

Dr.giro twi

30.000.000

 

 

 

Cr. giro BI

 

30.000.000

B

Kliring 1

Dr.giro Anis

5.000.000

 

 

 

Cr. giro BI

 

5.000.000

 

*Pencatatan jurnal Bank Cis Bandung

Transaksi

Keterangan

Rekening

Debit (Rp)

Kredit (Rp)

a

Kliring 1

Dr.PAR kliring

30.000.000

 

a

Kliring 2

Cr. PAR kliring

 

30.000.000

 

 

Dr,Giro BI

30.000.000

 

 

 

Cr. Giro nasabah

 

30.000.0000

 

*Neraca kliring

                                    Bank cus Bandung

                                    Neraca kliring

Keterangan

Saldo (Rp)

Keterangan

Saldo (Rp)

 

 

a.wdm

30.000.000

 

 

b.wdm

5.000.000

Kalah kliring

35.000.000

 

 

jumlah

35.000.000

jumlah

35.000.000

 

Bank Cis Bandung

Neraca kliring

Keterangan

Saldo (Rp)

Keterangan

Saldo Rp

a

30.000.000

 

 

 

 

Menang kliring

30.000.000

Jumlah

30.000.000

Jumlah

30.000.000

 

 

Bank ABC Bandung

             Neraca Kliring

 

Keterangan

Saldo (Rp)

Keterangan

Saldo Rp

B

5.000.000

 

 

 

 

Menang kliring

5.000.000

Jumlah

5.000.000

Jumlah

5.000.000

 

Cukup sekian pemaparan materi Akuntansi Perbankan : Akuntansi Sumber Dana & Akuntansi Kliring. Semoga teman-teman dapat mudah memahami rangkaian materi diatas 😉

Terima kasih untuk teman-teman yang sudah baca materi diatas 🙏

Terima kasih pula untuk Ibu Desy Purwasih, S.E., M.Ak selaku dosen mata kuliah Akuntansi Perbankan yang telah memberikan ilmunya kepada kami sehingga kami bisa membagikannya kepada teman-teman yang lain 🙏

Akhir kata, Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Barakatuh

 

 


1 komentar untuk "Akuntansi Sumber Dana & Akuntansi Kliring"

  1. Selamat Membaca !!
    Apabila ada pertanyaan atau saran, kami persilahkan untuk meninggalkan pertanyaan atau saran teman-teman di kolom komentar. 🙏

    BalasHapus