Tugas Ak.Perbankan kelompok 6
NAMA KELOMPOK :
1. MAULANI WAHYU NINGSIH (2016122078)
2. NUR FAIDAH (2016121393)
3. SURYA WIDYA NINGSIH (2016121376)
4. VIRA
PUSPITA NINGTYAS (2016122033)
PERTEMUAN
11:
Akuntansi
Modal Bank
A. Modal Bank
Modal bank adalah dana investasi pemilik untuk
pendirian badan usaha untuk membiayai kegiatan usaha bank dan memenuhi regulasi
yang ditetapkan oleh otoritas moneter. Pembagian jenis modal bank di Indonesia
menganut klasifikasi yang disampaikan oleh Standard Bank For International
Settlement, yaitu modal bank terdiri dari:
a. Modal
inti
Modal inti terdiri dari modal disetor, modal
sumbangan, cadangan-cadangan yang dibentuk dari laba setelah pajak dan laba
yang diperoleh setelah diperhitungkan pajak. Modal inti merupakan modal yang
disetor para pemilik bank dan modal yang berasal dari cadangan yang dibentuk
ditambah dengan laba yang ditahan. Porsi terbesar modal inti terletak pada
modal saham yang disetor. Sedangkan selebihnya sangat tergantung laba yang
diperoleh dan kebijakan rapat umum pemegang saham.
Untuk modal disetor berupa saham biasa atau
saham preferen. Pada saham biasa, bank memiliki kewajiban untuk memberikan deviden
pada setiap akhir tahun berdasarkan rapat umum pemegang saham. Pemegang saham
biasa memiliki hak suara, sehingga dapat mengendalikan manjemen bank. Pada
saham preferen, pemegangnya tidak mempunyai hak suara namun pembagian
devidennya akan didahulukan sebelum membayar deviden saham biasa.
Pencatatan modal saham dilakukan sebesar harga
nominal. Selisih harga saham diatas nilai nominal dicatat sebaga agio saham.
Selisih harga saham dibawah nilai nominal dicatat sebagai disagio saham. Agio
saham akan diamortisasi setiap akhir periode dan disagio saham akan diakumulasi
setiap akhir periode.
Harga saham atau nilai modal disetor (paid in capital) merupakan total yang
dibayar oleh pemegang saham kepada bank emiten untuk ditukarkan dangan saham
preferen atau saham biasa. Nilai modal disetor merupakan penjumlahan nilai nominal
ditambah dengan agio saham atau nilai nominal dikurangi disagio saham.
Sedangkan nilai nominal merupakan nilai kewajiban yang ditetapkan untuk
tiap-tiap lembar saham.
Bank yang mengeluarkan saham sering menerima
pesanan dari calon investor. Saham yang dijual secara pesanan harus diserahkan
setelah dilunasi seluruhnya. Perlakuan akuntansi untuk pemesanan saham adalah
emiten akan mendebet piutang pemesanan saham dan mengkredit modal saham yang
dipesan.
Bila dikemudian hari pemesanan saham tidak
mampu melunasi kekurangannya dan bank selaku emiten harus mencatatnya sesuai
dengan perjanjian yang disepakati awal.
b. Modal
Pelengkap
Modal pelengkap terdiri dari atas
cadangan-cadangan yang dibentuk tidak berasal dari laba, modal pinjaman serta
pinjaman subordinasi. Dalam perhitungan CAR, modal pinjaman termasuk komponen
modal pelengkap. Sifat modal pinjaman mempunyai kedudukan sama dengan modal
pada umumnya. Modal pinjaman dimaksud adalah pinjaman yang didukung dengan
menggunakan instrument yang disebut capital
assets, loan stock, atau warkat lain yang dipersamakan dengan itu dan mempunyai
sifat seperti modal.
B.
Pencatatan
Saham Menurut Harga Nominal dan Harga Perolehan
Struktur modal bank menjadi pertimbangan
penting bagi pemilik lama, oleh karena itu pembelian kembali saham yang telah
beredar dapat dilakukan dalam kerangka untuk mempertahankan struktur
kepemilikan, menghindari hostile takeover, memenuhi tuntutan regulasi atau
untuk mengimbangi penurunan skala operasi bank yang semakin menurun sehingga
tidak perlu modal besar. Saham yang dibeli kembali disebut saham treasuri.
Perlakuan akuntansi untuk saham treasuri
terdiri dari dua macam. (1) dicatat berdasarkan harga perolehan, (2) dicatat
sebesar harga nominal. Selisih antara jumlah yang dibayarkan pada saat
perolehan kembali dengan jumlah yang diterima pada saat pengeluaran saham tidak
diakui sebagai laba atau rugi suatu bank. Sehingga saham treasuri tidak boleh
diperlakukan sebagai aktiva bank, namun hanya sebagai pengurang terhadap modal
saham.
Saham yang diperoleh kembali yang dicatat
sebesar harga perolehan, maka pada saat dijual kembal juga dicatat atau
dikreditkan sebesar harga perolehannya. Selisih harga jual kembali dengan harga
perolehannya diperlakukan sebagai tambahan modal, sebaliknya bila harga jual
kembali lebih rendah dari harga perolehannya maka selisihnya diperlakukan
sebagai pengurang modal, dalam hal ini dibebankan pada rekening tambahan modal
untuk saham treasuri. Bila saldo tambahan modal saham treasuri tidak mencukupi
untuk menanggung kerugian penjualan saham treasuri, maka dapat dibebankan pada
laba ditahan.
Pada metode harga nominal, saham yang diperoleh
kembali dicatat sebesar harga nominal dan disajikan sebagai pengurang terhadap
modal saham. Bila harga perolehan kembali saham treasuri semula dikeluarkan
dengan harga diatas harga nominal (harga pari), maka harus didebet agio saham.
Kalau jumlah yang dibayarkan lebih besar daripada pada saat pengeluaran saham,
maka dapat mendebet rekening laba ditahan, sebaliknya bila yang dibayarkan
lebih kecil daripada saat pengeluaran saham maka dikreditkan tambahan
modal-saham treasuri.
Penarikan Saham Kembali, saham treasuri yang
ditarik kembali, berarti saham tersebut tidak akan diedarkan kembali. Perlakuan
akuntansi untuk saham treasuri yang ditarik tergantung metode pencatatan
sebelumnya. Bila berdasarkan harga perolehan, kenaikan atau penurunan modal
dari saham treasuri harus diakui pada saat saham tersebut ditarik kembali. Bila
pencatatannya didasarkan pada harga nominal, pada saat penarikan tidak perlu
mengakui selisih atau kenaikan/penurunan tersebut.
SOAL LATIHAN/TUGAS
1.
Buatlah pencatatan/jurnal untuk
transaksi-transaksi di bawah ini :
a.
Tanggal 7 April 2018 diterima setoran awal dana
dari Tn. Ardan untuk modal pendirian Bank Bahagia berupa uang
tunai Rp850.000.000, aktiva tetap berupa tanah senilai
Rp650.000.000, inventaris kantor Rp350.000.000, kendaraan Rp250.000.000.
Setoran ini dicatat dalam bentuk saham biasa untuk 300.000 lembar dengan
nilai nominal Rp7.000 per lembar, kurs 104%.
b.
Tanggal 12 April 2018 dijual saham biasa 40.000
dengan nominal Rp5.000, kurs 98%. Pembayaran diterima tunai.
c.
Tanggal 3 Mei 2018 Bank Bahagia menerima
pesanan saham 150.000 lembar biasa dari PT. Arga dengan kurs 105%. Harga
nominal per lembar Rp12.000. Uang muka pesanan saham diterima 60% tunai.
d.
Tanggal 31 Mei 2018 pesanan saham tersebut dilunasi
secara tunai.
e.
Diasumsikan apabila pesanan saham yang
dilakukan PT. Arga tidak dilunasi sampai batas waktu yang telah disepakati (tgl
31 Mei 2018) dan Bank Bahagia mengembalikannya sebesar 70% dari nilai yang
telah dibayar.
Jawaban:
Pencatatan
transaksi:
|
Tanggal |
Rekening |
Debet (Rp) |
Kredit (Rp) |
|
07/04-18 |
Dr. Kas |
934.000.000 |
|
|
|
Dr. AT Tanah |
650.000.000 |
|
|
|
Dr. Investari Kantor |
350.000.000 |
|
|
|
Dr. AT Kendaraan |
250.000.000 |
|
|
|
Cr. Modal Disetor - Saham
Biasa |
|
2.100.000.000 |
|
|
Cr. Agio Saham |
|
84.000.000 |
|
|
|
|
|
|
12/04-18 |
Dr. Kas |
196.000.000 |
|
|
|
Dr. Disagio Saham |
4.000.000 |
|
|
|
Cr. Modal Disetor - Saham
Biasa |
|
200.000.000 |
|
|
|
|
|
|
03/05-18 |
Dr. Kas |
1.134.000.000 |
|
|
|
Dr. Piutang PT. Arga |
756.000.000 |
|
|
|
Cr. Modal Saham Dipesan |
|
1.800.000.000 |
|
|
Cr. Agio Saham |
|
90.000.000 |
|
|
|
|
|
|
31/05-18 |
Dr. Kas |
756.000.000 |
|
|
|
Dr. Modal Saham Dipesan |
1.800.000.000 |
|
|
|
Cr. Piutang PT. Arga |
|
756.000.000 |
|
|
Cr. Modal Disetor - Saham
Biasa |
|
1.800.000.000 |
|
|
|
|
|
|
03/05-18 |
Dr. Modal Saham yang Dipesan |
1.800.000.000 |
|
|
|
Dr. Agio Saham |
90.000.000 |
|
|
|
Cr. Piutang PT. Arga |
|
756.000.000 |
|
|
Cr. Kas |
|
793.800.000 |
|
|
Cr.
Pendapatan lain - lain |
|
340.200.000 |
Perhitungan:
Telah
diterima tunai = 1.134.000.000
Dikembalikan
70% = 739.800.000 –
Pendapatan
lain – lain = 340.200.000
2.
Buatlah pencatatan untuk transaksi di bawah ini
dengan metode pencatatan berdasarkan harga perolehan dan berdasarkan harga nominal:
- Tanggal 1 Juni 2007 Bank ABC melakukan
emisi saham biasa 200.000 lembar dengan nominal Rp9.000 per lembar, kurs
104%.
- Tanggal 31 Juni 2007 Bank ABC membeli
kembali 25.000 lembar sahamnya dengan kurs 103%.
- Tanggal 15 Juli 2007 Bank ABC menjual
kembali saham treasuri sebanyak 15.000 lembar dengan kurs 102%.
- Tanggal 1 Agustus 2007 Bank ABC menjual
kembali 10.000 lembar saham treasuri dengan kurs 105%.
- Setelah terjadi transaksi pembelian
kembali saham treasuri di Bank ABC pada tanggal 31 Juni 2007, Bank ABC
menyatakan menarik 30.000 lembar saham treasuri pada tanggal 8 Juli 2007.
Jawaban:
Pencatatan transaksi:
Metode Harga Perolehan
|
Tanggal |
Rekening |
Debit (Rp) |
Kredit (Rp) |
|
1/6-07 |
Dr. Kas |
1.872.000.000 |
|
|
|
Cr. Modal Saham |
|
1.800.000.000 |
|
|
Cr. Agio Saham |
|
72.000.000 |
|
|
|
|
|
|
31/6-07 |
Dr. Saham Treasuri |
231.750.000 |
|
|
|
Cr. Kas |
|
231.750.000 |
|
|
|
|
|
|
15/7-07 |
Dr. Kas |
137.700.000 |
|
|
|
Cr. Saham Treasuri |
|
115.875.000 |
|
|
Cr. Tambahan Modal – ST |
|
21.825.000 |
|
|
|
|
|
|
1/8-07 |
Dr. Kas |
94.500.000 |
|
|
|
Dr. Tambahan Modal – ST |
21.375.000 |
|
|
|
Cr. Saham Treasuri |
|
115.875.000 |
|
|
|
|
|
|
8/7-07 |
Dr. Modal Saham |
270.000.000 |
|
|
|
Dr. Agio Saham |
10.800.000 |
|
|
|
Cr. Tambahan Modal – ST |
|
49.050.000 |
|
|
Cr. Saham Treasuri |
|
231.750.000 |
Metode Harga Nominal
|
Tanggal |
Rekening |
Debit
(Rp) |
Kredit
(Rp) |
|
1/6-07 |
Dr. Kas |
1.872.000.000 |
|
|
|
Cr. Modal Saham |
|
1.800.000.000 |
|
|
Cr. Agio Saham |
|
72.000.000 |
|
|
|
|
|
|
31/6-07 |
Dr. Saham Treasuri |
225.000.000 |
|
|
|
Dr. Agio Saham |
6.750.000 |
|
|
|
Cr. Kas |
|
231.750.000 |
|
|
|
|
|
|
15/7-07 |
Dr. Kas |
137.700.000 |
|
|
|
Cr. Saham Treasuri |
|
135.000.000 |
|
|
Cr. Agio Modal Saham |
|
2.700.000 |
|
|
|
|
|
|
1/8-07 |
Dr. Kas |
94.500.000 |
|
|
|
Cr. Saham Treasuri |
|
90.000.000 |
|
|
Cr. Agio Modal Saham |
|
4.500.000 |
|
|
|
|
|
|
8/7-07 |
Dr. Modal Saham |
270.000.000 |
|
|
|
Cr. Saham Treasuri |
|
270.000.000 |
PERTEMUAN 12:
Akuntansi Aktiva
Ø Modal
Aktiva Tetap
Dalam menjalankan aktivitasnya, bank
memerlukan tempat, peralatan dan sebaginya. Aktiva merupakan aktiva
non-produktif atau yang kita kenal sebagai aktiva teta dan inventaris. Aktiva
tetap adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan
dibangunlebih dahulu, yang digunakan dalam operasional bank tidak dimaksukan
untuk dijual dalam rangka kegiatan normal bank dan mempunyai masa manfaat lebih
dari satu tahun. Contoh aktiva tetap adalah gedung, kantor, tanah dan
kendaraan.
Pada
prinsipnya aktiva tetap yang diperoleh akan dicatat sebesar harga perolehannya
yaitu harga beli ditambah biaya-biaya yang terjadi untuk menempatkan aktiva
tersebut pada kondisi dan tempat yang siap dipergunakan. Biaya-biaya dimaksud
misalnya biaya pemasangan, bea masuk, biaya pengangkutan, biaya balik nama dan
sebagainya. Penempatan aktiva tetap tersebut selanjutnya dinilai sebesar harga
buku yaitu harga perolehan dikurangi dengan akumulasi penyusutan.
Sehubungan
dengan pencatatan-pencatatan di atas maka pengeluaran-pengeluaran untuk
memperoleh dan penggunaan aktiva tetap dapat dikelompokan menjadi dua macam pengeluaran
yaitu:
1.
Pengeluaran modal merupakan
pengeluaran-pengeluaran untuk memperoleh manfaat yang akan dirasakan lebih dari
satu periode akuntnasi. Pengeluaran-pengeuaran seperi ini harus dikapitalisasi
ke dalam rekening aktiva yang bersangkutan (masuk dalam harga perolehan).
Contoh pengeluaran ini adalah pembayaran untuk pemelian mobil, biaya balik nama
dan sebagainya.
2.
Pengeluaran pendapatan merupakan
pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan untuk memeperoleh manfaat yang hanya
bisa dirasakan dalam periode akuntansi yang bersangkutan.
Pengeluaran-pengeluaran ini akan dibukukan dalam rekening tersendiri yaitu
rekening biaya. Contoh pengeluaran jenis adalah pembelian oli, bensin dan
reparasi.
Pembelian
aktiva tetap bisa dilakukan secara tunai maupun secara kredit. Dalam hal
perolehan aktiva tetap melalui pembelian, harga perolehan aktiva tetap terdiri
dari harga beli aktiva tersebut ditambah biaya-biaya yang dibebankan kepada
pembeli hingga kativa tersebut siap digunakan. Pembelian aktiva tetap yang
relatif besar, umumnya akan mendapatkan diskon. Diskon ini merupakan
pengurangan terhadap harga beli yang selanjutnya menurunkan harga perolehan.
1. Pembelian
Tunai
Apabila
pembelian dilakukan secara tunai, bank akan membayar sebesar harga perolehan.
Pembelian tersebut bisa dilakukan oleh kantor pusat atau kantor cabang. Pembelian aktiva tetap secara gabungan
sering terjadi, misalnya membeli tanah beserta bangunan yang berdiri diatasnya.
Bila hal ini dilakukan maka perlu adanya alokasi harga perolehan yang
didasarkan pada perbandingan nilai wajar masing-masing aktiva.
2. Pembelian
Secara Kredit
Aktiva
tetap dapat diperoleh secara kredit. Perolehan aktiva tetap secara kredit akan
menimbulkan biaya bunga. Untuk itu perlu dipisahkan antar pengeluaran modal
dengan pengeluaran pendaptan. Biaya bunga merupakan pengeluaran pendaptan,
sehingga tidak dikapitalisasikan dalam harga perolehan aktiva. Biaya bunga
harus dicatat tersendiri.
3. Perolehan
Aktiva Tetap Melalui Pertukaran Dengan Surat Berharga
Aktiva
teap dapat dipeeroleh dengan cara ditukar dengan surat berharga. Dengan cara
ini, aktiva tetap yang diperoleh dinilai sebesar nilai wajar aktiva tetap, maka
didasarkan pada nilai pasar sekuritas. Jadi tergantung aktiva mana yang lebih
layak berdasarkan bukti yang tersedia. Sedangkan perbedaan nilai pasar
sekuritas dengan nilai nominal dicatat sebagai agio atau disagio. Agio
sekuritas adalah selisih nilai pasar sekuritas di atas nilai nominal. Disagio
sekuritas adalah seleisih nilai pasar sekuritas di bawah nilai nominal sekuritas.
Sekuritas yang dapat dipertukarkan misalnya saham dan obligasi.
4. Pertukaran
Aktiva Tetap Dengan Ativa yang Tidak Sejenis
Pertukaran
aktiva dengan aktiva yang berbeda jenis artinya aktiva yang bebeda fungsinya
sselain sekuritas. Perbedaan jenis dilihat dari fisiknya. Perlakuan
akuntansinya adalah pertukaran aktiva tetap dinilai sebesar nilai wajar darri
aktiva yang diperoleh atau aktiva yang diserahkan tergantung mana yang lebih
layak berdasarkan bukti atau data yang tersedia. Perbedaan antara nilai buku aktiva
yang diserahkan dengan nilai wajar yang digunakan pada tanggal transaksi harus
dicatat sebagai laba atau
rugi pertukaran.
5. Pertukaran
Aktiva Dengan Aktiva yang Sejenis
Dalam
pertukaran aktiva tetap yang sejenis, perlakuan akuntansinya untuk aktiva tetap
yang diperoleh melalui transaksi pertukaran aktiva non-moneter dinilai sebesar
nilai wajar dari aktiva yang diperoleh atau aktiva yang diserahkan yang lebih
layak berdasarkan bukti/data yang tersedia. Perbedaan antar nilai buku aktiva
yang diserahkan yang lebih layak berdasarkan bukti/data yang tersedia.
Perbedaan antar nilai buku akiva yang diserahkan dengan nilai wajar aktiva yang
diterima dalam hal terjadi kerugian maka langsung diakui sedangkan bila terjadi
laba maka harus ditangguhkan.
6. Perolehan
Aktiva Tetap Memalui Pembuatan Sendiri
Untuk
memperoleh aktiva tetap dan inventaris suatu bank dapat membuat sendiri. Contoh
pembuatan almari, meja dan perabot lainnya. Bank dapat mempekerjakan tukang
kayu untuk membuatnya sesuai desain yang diinginkan bank. Bila ini yang
dilakukan bank, maka harga perolehan aktiva tetap yang dibuat atau dibangun
sendiri meliputi semua biaya yang terjadi berkenaan dengan pembuatan aktiva
tersebut hingga siap digunakan.
Biaya-biaya
yang timbul dan menjadi komponen harga perolehan adalah bahan baku, biaya
tenaga kerja dan biaya overhead. Untuk biaya overhead bisa dibebankan
berdasarkan tarif atau berdasarkan kenaikan atau tambahan biaya overhead akibat
pembuatan aktiva tersebut.
7. Perolehan
Aktiva Tetap Dari Sumbangan/Hibah/Hadiah
Perlakuan akuntansi untuk aktiva tetap yang
diperoleh dengan cara ini agak menyimpang dari prinsip-prinsip akuntansi yang
berlaku umum di Indonesia. Pencatatan aktiva dari hibah/hadiah sebesar harga
pasarnya, tetapi bila untuk memperoleh aktiva ini perlu pengorbanan maka bank
hanya akan menerima nilai bersihnya.
Untuk
menggunakan aktiva tetap bank maka diperlukan biaya. Biaya-biaya ini merupakan
pengeluaran pendapatan sehingga dibukukan tersendiri. Biaya-biaya dimaksud
misalnya biaya reparasi dan pemeliharaan, biaya penggantian yang relatif kecil
dan sebagainya.
Khusus
biaya penggantian yang relatif besar maka harus diperhitungkan nilai komponen
aktiva tetap yang diganti. Nilai yang diganti tersebut harus dikeluarkan dahulu
dari buku dan kemudian memasukan/mencatat nilai penggantian yang baru ke dalam
buku.
Ø Metode
Depresiasi Aktiva Tetap
Penggunaan aktiva tetap
yang dilakukan secara terus menerus akan mengakibatkan aktiva tetap aus. Untuk
itu nilai aktiva tetap harus dialokasikan setiap periode untuk mengimbangi
penurunan manfaat yang telah diberikan. Secara umum dapat dijelaskan bahwa depresiasi
aktiva tetap dilakukan oleh bank karena:
a.
Faktor fisik, artinya aktiva tetap tersebut dipakai terus menerus sehingga aus
baik karena umur atau karena kerusakan.
b.
Faktor fungsional, faktor ini dikaitkan dengan ketidakmampuan untuk memenuhi
produktivitas sehingga perlu diganti atau memang adanya perkembangan teknologi
yang menuntut aktiva tetap tersebut harus diganti.
Dengan
pertimbangan tersebut, maka selanjutnya perlu mengalokasikan harga perolehan ke
dalam biaya depresiasi. Untuk mengalokasikan biaya depresiasi setiap perriode
pelaporan, harus diketahui:
a.
Harga perolehan adalah jumlah uang yang dikeluarkan untuk memeperoleh aktiva
tetap tersebut hingga siap digunakan.
b.
Umur Ekonomis adalah taksiran suatu aktiva tetap secara ekonomis dapat memberi
manfaat.
c.
Nilai residu adalah nilai sisa suatu aktiva apabila dijual kembali atau
ditukarkan, ketika aktiva tersebut tidak mampu lagi memberikan manfaat
ekonomis.
Depresiasi
yang telah ditentukan selanjutnya dicatat dengan mendebet rekening biaya
depresiasi/penyusutan dan mengkredit akumulasi depresiasi aktiva tetap.
Akumulasi depresiasi aktiva tetap merupakan rekening pengurang terhadap harga
perolehan aktiva tetap. Selisih harga perolehan dnengan akumulasi depresiasi
aktiva tetap disebut nilai buku. Nilai buku ini akan tampak setiap akhir
periode pelaporan. Untuk menentukan nilai penyusutan, terdapat beberapa metode
yaitu:
a. Metode Garis Lurus (Straight Line Method)
Dalam metode ini bank
akan menghitung depresiasi setiap perriode dengan jumlah yang sama. Metode ini paling sederhana, namun
penerapan metode ini harus memenuhi asumsi :
1. Kegunaan aktiva
yang bersangkutan akan menurun secara proporsional setiap periode.
2.
Biaya reparasi dan pemeliharaan setiap periode relatif tetap.
3.
Kegunaan ekonomis berkurang karena lewatnya waktu.
4.
Kapasitas penggunaan setiap periode relatif tetap.
b.
Metode
Jam Jasa (Service Hours Method)
Dalam metode jam
jasa diasumsikan bahwa aktiva tetap yang bersangkutan akan lebih cepat rusak
kalau digunakan secara penuh. Beban depresiasi
disini sangat tergantung kepada jumlah jam kerja yang digunakan. Rumus untuk
metode ini adalah:
Depresiasi = (harga
perolehan - nilai residu) / jam jasa
c.
Metode
Jumlah Angka Tahun (Sum of Years Digit
Method)
Dalam
metode ini diasumsikan bahwa aktiva tetap yang baru akan dapat digunakan dengan
lebih efisien dibandingkan dengan aktiva tetap yang lebih tua. Untuk itu biaya
reparasi pada awal-awal tahun akan relatif kecil dan akan naik mengikuti umur
aktiva tetap tersebut. Sebaliknya pada awal periode umur aktiva tetap,
depresiasi diasumsikan lebih besar dan akan menurun seiring dengan tingkat
manfaat yang diberikan aktiva tetap tersebut.
Penentuan
depresiasi melalui metode ini adalah dengan cara mengalihkan bagian pengurang
yang setiap tahunnya selalu menurun dengan harga perolehan setelah dikurangi
nilai residu. Faktor pengurang dihitung dengan cara bahwa untuk pembilang
merupakan bobot tahun yang bersangkutan dan untuk penyebut merupakan jumlah
angka tahun selama umur ekonomis atau jumlah angka bobot.
Ø Akuntansi Aktiva Lainnya
Selain
jenis-jenis aktiva yang sudah dibahas diatas, dalam bank ada beberapa jenis
aktiva yang dimiliki. Tidak semua bank memiliki jenis aktiva berikut ini, hal
ini tergantung dari jenis produk yang ditawarkan dan nasabah yang dimiliki.
Adapun aktiva lainnya dapat dibagi sebagai berikut:
1.
Kredit
Beasiswa
Kredit
beasiswa merupakan satu produk yang dijual oleh suatu bank kepada pihak ketiga
yaitu nasabah, selama nasabah tersebut menjalankan atau menikmati pendidikan.
Pelunasannya dilakukan pada saat nasabah tersebut sudah tamat pendidikan dan
telah bekerja sehingga memiliki kesanggupan untuk melunasi hutangnya. Pelunasan
lainnya dapat dilakukan secara berkala apabila kredit sekaligus diberikan
dimuka. Adapun sifat
transaksi kredit beasiswa memiliki cara pembayaran sebagai berikut:
a.
Pemberian kredit sekaligus dimuka
b.
Pelunasan secara berkala setiap bulannya
c.
Cicilan per bulan dihitung berdasarkan time value
of money
d.
Pembukaan dibedakan antara cicilan pokok dan bunga
Akuntansi
untuk kredit beasiswa akan dibedakan saat pencatatannya untuk pemberian kredit
dan setiap kali terjadi pelunasan cicilan. Pada saat pelunasan harus diakui
adanya pendapatan bunga dan penerimaan cicilan yang akan mengurangi hutang
pokok nasabah. Perhitungan bunga dilakukan dengan cara perhitungan bunga
majemuk, yaitu terhadap saldo hutang nasabah diperhitungkan bunga berbunga.
2.
Kredit
Delegasi
Kredit delegasi merupakan pelipahan wewenang
penggunaan dana debitur yang telah direalisasikan yang dipergunakan untuk
tujuan tertentu oleh pihak yang ditunjuk oleh nasabah debitur tersebut.
tranaksi kredit tersebut dibedakan antara:
a.
Pemberian kredit langsung diberikan kepada
seorang nasabah.
b.
Penarikan dilakukan oleh nasabah lain.
c.
Penarikan dapat dilakukan pada cabang
pemberi kredit atau cabang lain sebagai cabang pembayar.
d.
Penarikan dapat berupa kas atau pemindah
bukuan.
Akuntansi kredit delegasi
meliputi beberapa peristiwa sebagai berikut:
a.
Pada saat persetujuan atau pemberian
kredit
Pada
saat persetujuan kredit akan dicatat penerimaanpenerimaan yang berasal dari
provisi, sedangkan pagu yang diberikan harus dicatat dalam rekening
administratif.
b.
Pada saat penarikan
Dalam
kredit delegasi harus jelas tersurat pihak yang diberi wewenang untuk menarik
kredit yang telah disetujui atas nama nasabah terstentu. Setiap penarikan akan
meanambah saldo debitur dari nasabah yang bersangkutan. Transaksi penarikan
dapat saja dilakukan pada cabang lain dilokasi nasabah mendapat kredit delegasi
berada.
c.
Pada saat pelunasan
Terhadap
saldo kredit delegasi akan dikenakan bungan yang harus ditanggung oleh nasabah
yang menyetujui kredit tersebut. Bunga tersebut harus dicatat sebagai
pendapatan bunga untuk periode berjalan.
Kredit
yang dilunasi akan mengurangi sasldo kredit debitur nasabah yang bersangkutan dan akan
dicatat pada sisi kredit. Sisi bunga yang belum terbayar harus diperhitungkan
dan diterima oleh bank.
Dengan diterimanya
pelunasan ini, maka kredit tersebut dinyatakan lunas dan ayat jurnal administratif
tidak usah lagi dibuat karena sudah bersaldo nihil melalui penarikan-penarikan
yang dilakukan oleh nasabah.
SOAL LATIHAN/TUGAS
1.
Bank Benua
Indonesia membeli aktiva tetap berupa mobil S secara kredit kepada PT. Indoguna
seharga Rp680.000.000 Down Payment ditentukan Rp200.000.000 tunai. Bunga 8% per
tahun flat. Jangka waktu 1 tahun, persetujuan dilakukan pada 1 April 2016 dan
realisasi pembelian kredit secara kredit pada tanggal 5 April 2016. Angsuran
pokok dan bunga dilakukan pada setiap awal bulan.
Diminta:
a.
Rincian angsuran
pokok dan bunga
b.
Pencatatan jurnal
pada transaksi tersebut.
Jawaban:
a.
Rincian angsuran pokok dan bunga.
|
Tanggal |
Down Payment
(Rp) |
Harga Mobil (Rp) |
Angsuran Pokok
(Rp) |
Saldo (Rp) |
Angsuran Bunga
(Rp) |
Total Angsuran
(Rp) |
|
1/4/2016 |
|
|
|
480.000.000 |
|
|
|
5/4/2016 |
200.000.000 |
680.000.000 |
40.000.000 |
440.000.000 |
3.200.000 |
43.200.000 |
|
5/5/2016 |
|
|
40.000.000 |
400.000.000 |
3.200.000 |
43.200.000 |
|
5/6/2016 |
|
|
40.000.000 |
360.000.000 |
3.200.000 |
43.200.000 |
|
5/7/2016 |
|
|
40.000.000 |
320.000.000 |
3.200.000 |
43.200.000 |
|
5/8/2016 |
|
|
40.000.000 |
280.000.000 |
3.200.000 |
43.200.000 |
|
5/9/2016 |
|
|
40.000.000 |
240.000.000 |
3.200.000 |
43.200.000 |
|
5/10/2016 |
|
|
40.000.000 |
200.000.000 |
3.200.000 |
43.200.000 |
|
5/11/2016 |
|
|
40.000.000 |
160.000.000 |
3.200.000 |
43.200.000 |
|
5/12/2016 |
|
|
40.000.000 |
120.000.000 |
3.200.000 |
43.200.000 |
|
5/1/2017 |
|
|
40.000.000 |
80.000.000 |
3.200.000 |
43.200.000 |
|
5/2/3017 |
|
|
40.000.000 |
40.000.000 |
3.200.000 |
43.200.000 |
|
5/3/2017 |
|
|
40.000.000 |
0 |
3.200.000 |
43.200.000 |
b. Pencatatan
jurnal:
|
Tanggal |
Rekening |
Debit (Rp) |
Kredit (Rp) |
|
1/4/2016 |
Dr. Uang Muka |
200.000.000 |
|
|
|
Cr. Kas |
|
200.000.000 |
|
5/4/2016 |
Dr. ATI-Mobil |
680.000.000 |
|
|
|
Cr. Utang Pembelian Angsuran |
|
480.000.000 |
|
|
Cr. Uang Muka |
|
200.000.000 |
|
5/4/2016 |
Dr. Utang Pembelian
Angsuran |
40.000.000 |
|
|
|
Dr. Biaya Bunga |
3.200.000 |
|
|
|
Cr. Kas |
|
43.200.000 |
2.
Atas aktiva tetap yang telah dimiliki oleh
Bank Artha Cabang Semarang diadakan penyusutan dengan perincian sebgai berikut:
Nilai
sisa:
·
Gedung Rp
100.000.000
·
Mobil Rp
50.000.000
Harga beli:
·
Gedung
Rp 1.200.000.000
·
Mobil Rp
500.000.000
Diminta:
a. Hitung
depresiasi menggunakan metode garis lurus dari masing-masing aktiva diatas bila
umur manfaat untuk gedung kantor 10 tahun, kendaraan 5 tahun dan buatkan jurnal
yang dibutuhkan.
b. Hitung
depresiasi menggunakan metode angka tahun.
Jawaban:
a.
Depresiasi
Gedung: (1.200.000.000 - 100.000.000)/10 = 110.000.000
Pencatatan:
|
Rekening |
Debit (Rp) |
Kredit (Rp) |
|
Dr. Biaya Peny. Akt. Tetap –
Gedung |
110.000.000 |
|
|
Cr. Akm. Peny. Akt. Tetap - Gedung |
|
110.000.000 |
Depresiasi Mobil: (500.000.000 –
50.000.000)/5 = 90.000.000
Pencatatan:
|
Rekening |
Debit (Rp) |
Kredit (Rp) |
|
Dr. Biaya Peny. Akt. Tetap –
Mobil |
90.000.000 |
|
|
Cr. Akm. Peny. Akt. Tetap - Mobil |
|
90.000.000 |
b. Penyusutan Gedung
per tahun dengan metode angka tahun dengan perhitungan sebagai berikut:
|
Tahun |
Bobot |
Bagian
Pengurangan (Rp) |
Debet Depresiasi
(Rp) |
Kredit Akm. Depresiasi
(Rp) |
Total Akm.
Depresiasi (Rp) |
Nilai Buku (Rp) |
|
0 |
|
|
|
|
|
1.200.000.000 |
|
1 |
10 |
0,1818 |
199.980.000 |
199.980.000 |
199.980.000 |
1.000.020.000 |
|
2 |
9 |
0,1636 |
179.960.000 |
179.960.000 |
379.940.000 |
820.060.000 |
|
3 |
8 |
0,1454 |
159.940.000 |
159.940.000 |
539.880.000 |
660.120.000 |
|
4 |
7 |
0,1272 |
139.920.000 |
139.920.000 |
679.800.000 |
520.200.000 |
|
5 |
6 |
0,1091 |
120.010.000 |
120.010.000 |
799.810.000 |
400.190.000 |
|
6 |
5 |
0,0910 |
100.100.000 |
100.100.000 |
899.910.000 |
300.090.000 |
|
7 |
4 |
0,0727 |
79.970.000 |
79.970.000 |
979.880.000 |
220.120.000 |
|
8 |
3 |
0,0545 |
59.950.000 |
59.950.000 |
1.039.830.000 |
160.170.000 |
|
9 |
2 |
0,0364 |
40.040.000 |
40.040.000 |
1.079.870.000 |
120.130.000 |
|
10 |
1 |
0,0182 |
20.020.000 |
20.020.000 |
1.099.890.000 |
100.110.000 |
|
|
55 |
|
|
|
|
|
Catatan:
Bagian Pengurangan = 10/55 =
0,1818
Depresiasi tahun 1 = 0,1818 x 1.100.000.000 = 199.980.000
Penyusutan Mobil per
tahun dengan metode angka tahun dengan perhitungan sebagai berikut:
|
Tahun |
Bobot |
Bagian
Pengurangan (Rp) |
Debet Depresiasi
(Rp) |
Kredit Akm.
Depresiasi (Rp) |
Total Akm.
Depresiasi (Rp) |
Nilai Buku (Rp) |
|
0 |
|
|
|
|
|
500.000.000 |
|
1 |
5 |
0,3333 |
149.985.000 |
149.985.000 |
149.985.000 |
350.015.000 |
|
2 |
4 |
0,2667 |
120.015.000 |
120.015.000 |
270.000.000 |
230.000.000 |
|
3 |
3 |
0,2000 |
90.000.000 |
90.000.000 |
360.000.000 |
140.000.000 |
|
4 |
2 |
0,1333 |
59.985.000 |
59.985.000 |
419.985.000 |
80.015.000 |
|
5 |
1 |
0,0667 |
30.015.000 |
30.015.000 |
450.000.000 |
50.000.000 |
|
|
15 |
|
|
|
|
|
Catatan:
Bagian Pengurangan = 5/15 =
0,3333
Depresiasi tahun 1 = 0,3333 x 450.000.000 = 149.985.000
Posting Komentar untuk "Tugas Ak.Perbankan kelompok 6"