Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Akuntansi Jasa Lainnya

Nah, kali ini kelompok kami akan melanjutkan postingan sebelumnya dengan objek pembahasan akuntansi jasa lainnya, berikut penjelasannya.

 

Jasa lainnya adalah bidang perbankan yang mempelajari layanan-layanan perbankan diluar jasa perbankan pada umumnya. Pada pembahasan kali ini, jasa-jasa tersebut terbagai menjadi 3 yakni payment point, save deposit box dan RTC.  Maka, jika dikaji dalam ilmu akuntansi yang menjadi fokus adalah pencatatan akun-akun terkait dengan 3 jenis jasa diatas.

1.        Akuntansi Payment Point

Payment point adalah jasa yang ditawarkan bank kepada masyarakat dengan tujuan memberikan kemudahan pembayaran tagihan atau pembayaran rutin yang biasanya dalam jumlah kecil, contoh yang sering ditemui adalah  pembayaran listrik, telepon ataupun air. Melihat dari fungsinya maka tidak jarang ada yang menyebutnya sebagai rekening titipan dan rekening bersyarat, karena melihat peran bank yang menjadi perantara antara masyarakat dan pihak pemberi tagihan.

Payment point memberikan keuntungan bagi kedua pihak yang terlibat, masyarakat lebih mudah dalam melakukan pembayaran karena tidak perlu ke tempat pihak penagih. Terlebih sekarang ini sudah ada fitur internet banking, sms banking atau mobile banking sehingga masyarakat hanya perlu memotong saldo rekening bank yang dimilikinya sebagai nasabah. Pihak bank juga mendapatkan keutungan berupa pendapatan atas jasa ini berupa biaya administrasi.

Mekanisme akutansi dalam jasa payment point diawali dengan penyerahan bukti pembayaran masyarakat kepada bank yang berisi tagihan berasal dari penagih. Atas bukti tersebut bank akan mencatat pada rekening administratif bagian kontijensi kewajiban. Pada saat masyarakat sebagai pihak tertagih membayar maka bank akan mencatat sebesar nilai bruto yang dibayarkan pada rekening efektif dan diikuti pendebitan rekening administratif sebesar nilai yang berhasil ditagihkan.  

2.        Akuntansi Save Deposit Box

Save Deposit Box disingkat SDB merupakan jasa perbankan yang menawarkan penyewaan penyimpanan barang berharga. SDB dapat menjadi opsi yang menarik untuk nasabah yang menginginkan tingkat keamanan yang tinggi untuk barang berharganya karena jasa ini mempunyai tingakat keamanan yang tinggi. SDB dibuat menggunakan baja khusus, ditempatkan dalam ruang khasanah yang kokoh dan tahan api untuk menjaga keamanan barang yang disimpan (OJK,2020).

SDB memberikan keuntungan berupa rasa aman bagi nasabahnya, sedangkan bagi bank menjadi sumber pendapatan dari biaya sewa nasabah.

3.        Akuntansi Rupiah Traveller’s Cheque   

Rupiah Traveller’s Cheque disingkat RTC merupakan jasa perbankan diperuntukan bagai nasabah yang bepergian ke luar negeri. Tujuan utama jasa ini untuk mempermudah nasabah dalam membawa sejumlah uang dalam jumlah banyak dan menghindari resiko yang mungkin terjadi. RTC dapat dicarikan pada bank penerbit yang berada diluar negeri atau bank yang bekerjasama dengan bank penerbit. Selain itu, RTC juga tidak memiliki batas waktu pencairan dan dapat direfund apabila terjadi kehilangan

Mekanisme pencatatan RTC dimulai dari ketika bank menjual/menerbitkan RTC dan saat pencairannya.  




Contoh soal dan jawaban akuntansi jasa lainnya.

AKUNTANSI PAYMENT POINT

·         1 Juli 2020 diterima slip/rekening tagihan dari PLN untuk pelanggannya senilai Rp 75.000.000

·         5 Mei 2012 diterima pembayaran dari pelanggan listrik sebesar Rp 9.000.000

Tanggal

Rekening

Debit

Kredit

01/06/20

      RAR Warkat Titipan PLN

 

 Rp  75.000.000,00

05/06/20

RAR Warkat Titipan PLN

 Rp  75.000.000,00

 

 

Kas

 Rp    9.000.000,00

 

 

     Rekening Titipan PLN

 

 Rp    9.000.000,00

 

Bila hasil tagihan dari masyarakat dilimpahkan ke giro PLN, maka setiap akhir akhir Bank akan menjurnal:

Tanggal

Rekening

Debit

Kredit

 

Rekening Titipan PLN

 Rp   9.000.000,00

 

 

     Giro PLN

 

 Rp    9.000.000,00




AKUNTANSI SAVE DEPOSIT BOX

Contoh 1:

1 Juli 2020 Bank Pamulang menerima permohonan seorang nasabah bernama Dyana untuk menyimpan barang dan surat berharga miliknya. Dyana menyerahkan setoran jaminan sebesar Rp 2.000.000 secara tunai dan membayar sewa diterima dimuka sebesar Rp 3.000.000 untuk sewa 6 bulan kedepan atas beban Giro Dyana. Masa sewa akan jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2020.

Jurnal Bank Pamulang:

Tanggal

Rekening

Debit

Kredit

01/07/20

Kas

 Rp    2.000.000,00

 

 

Giro Dyana

 Rp    3.000.000,00

 

 

     Setoran Jaminan Kunci SDB

 

 Rp    2.000.000,00

 

     Pend. Sewa SDB diterima dimuka

 

 Rp    3.000.000,00

31/07/20

Pend. Sewa SDB diterima dimuka

 Rp       500.000,00

 

 

     Pend.Sewa SDB

 

 Rp       500.000,00

  

Jurnal saat jatuh tempo:

Tanggal

Rekening

Debit

Kredit

 31/12/20

Pend. Sewa Diterima Dimuka

 Rp      500.000,00

 

 

     Pend. Sewa SDB(Rp 3.000.000 : 6)  

 

 Rp      500.000,00

 

Setoran Jaminan SDB

 Rp   2.000.000,00

 

 

     Giro Dyana

 

 Rp   2.000.000,00

Jika kunci yang dipegang Dyana hilang maka jurnalnya:

Tanggal

Rekening

 Debit 

 Kredit

31/12/20

Setoran jaminan SDB

 Rp   2.000.000,00

 

 

Inventaris Kantor

 

 Rp   2.000.000,00

 

Contoh 2:

Tuan Aan seorang penyewa SDB telah membayar uang jaminan kunci SDB sebesar Rp 1.000.000 kepada Bank Pamulang dan menyatakan telah menghilangkan kunci SDB setelah menggunakan jasa SDB selama 6 bulan dengan sewa Rp 7.200.000/tahun. Ia memutuskan untuk tetap memperpanjang SDB selama setahun lagi tetapi menghendaki volume yang lebih besar dengan beban sewa sebesar Rp 7.800.000/tahun dan uang jaminan Rp 1.500.000. Bank Pamulang meminta Tuan Aan untuk menyetorkan kembali uang jaminan SDB dengan jumlah yang sama yang dilakukannya secara tunai.

Bank Pamulang melakukan pembukuan sebagai berikut :

Sisa sewa ( Rp 7.200.000 : 2 ) Rp 3.600.000

Sewa baru setahun yang akan datang   Rp 7.800.000

Kekurangan sewa yang akan datang    Rp 4.200.000

Setoran jaminan SDB yang baru          Rp 1.500.000 +

Diterima tunai                          Rp 5.700.000

Maka jurnalnya :

Tanggal

Rekening

Debit

Kredit

 

Kas

 Rp    5.700.000,00

 

 

Setoran Jaminan-kunci SDB (lama)

 Rp    1.000.000,00

 

 

     Setoran Jamian-Kunci SDB (baru)

 

 Rp    1.500.000,00

 

     Inventaris Kantor-SDB

 

 Rp    1.000.000,00

 

     Sewa SDB diterima dimuka

 

 Rp    4.200.000,00

 

AKUNTANSI RUPIAH TRAVELLER’S CHEQUE

Contoh 1

·         30 Mei 2020 Dyana nasabah giro Bank Niaga Jakarta membeli RTC seri A sebanyak 10 lembar @ Rp. 1.000.000 atas beban giro Rp 1.000.000 tunai Rp 2.000.000 dan beban giro Aan nasabah Bank Niaga Jakarta Rp 2.000.000 serta cek Bank BAS Jakarta sebesar Rp  5.000.000

Rekening

Debet

Kredit

Kliring 1

RAR Warkat Kliring

 Rp  5.000.000

 

Kliring 2

RAR Wrkat Kliring

 

 Rp    5.000.000

 

Giro BI

 Rp  5.000.000

 

 

Giro Dyana

 Rp  2.000.000

 

 

Kas

 Rp  2.000.000

 

 

Giro Aan

 Rp  1.000.000

 

 

      RTC

 

 Rp  10.000.000

 

·         1 Juni 2020 Dyana mencairkan RTC sebanyak 3 lembar di Bank Niaga Jogja.

Jurnal di cabang penerbit ( Bank Niaga Jakarta )

Tanggal

Rekening

Debet

Kredit

01/06/20

RTC

 Rp  3.000.000

 

 

     RAK Cab. Jogja

 

 Rp    3.000.000

 Jurnal di cabang pembayar ( Bank Niaga Jogja )

Tanggal

Rekening

Debet

Kredit

01/06/20

RAK Cab. Jakarta

 Rp  3.000.000

 

 

     Kas

 

 Rp    3.000.000

 

·         2 Juni 2020 Dyana membelanjakan RTC untuk membayar biaya akomodasi di Hotel Sarihati sebanyak 3 lembar. Hotel tersebut adalah nasabah giro Bank Niaga Jogja. Untuk itu Bank Niaga melakukan inkaso dengan biaya Rp. 100.000.

Jurnal di cabang penerbit ( Bank Niaga Jakarta):

Tanggal

Rekening

Debet

Kredit

01/06/20

RTC

 Rp  3.000.000

 

     RAK Cab. Jogja

 

 Rp    3.000.000

 

Jurnal di cabang pembayaran ( Bank Niaga Jogja) saat inkaso/konfirmasi:

Tanggal

Rekening

Debet

Kredit

01/06/20

RAR Warkat Inkaso diserahkan

 

 Rp    3.000.000

 

Jurnal di cabang pembayaran  ( Bank Niaga Jogja) saat inkaso berhasil:

Tanggal

Rekening

Debet

Kredit

01/06/20

RAK Cab. Jakarta

 Rp  3.000.000

 

 

     Giro Hotel Sarihati

 

 Rp    2.900.000

 

      Komisi Inkaso

 

 Rp       100.000

 

·         3 Juni 2020 Dyana menggunakan RTC untuk membayar barang-barang antik pada Toko Antik Jogja sebanyak 4 lembar seri A. Toko Antik Jogja adalah nasabah giro Bank Diamond Jogja. Bila pada hari itu juga Toko Antik Jogja menyetorkan warkat tersebut pada Bank Diamond Jogja, maka Bank Diamond Jogja akan melakukan inkaso melalui proses kliring dengan Bank Niaga Jogja. Biaya inkaso Rp. 100.000.

Jurnal di Bank Diamond Jogja saat penyerahan warkat/kliring 1:

Tanggal

Rekening

Debet

Kredit

03/06/20

RAR Warkat Inkaso diserahkan

 Rp  4.000.000

 

 

Jurnal di Bank Diamond Jogja saat kliring 2 berhasil:

Tanggal

Rekening

Debet

Kredit

03/06/20

     RAK Warkat Kliring

 

 Rp    4.000.000

 

Giro BI

 Rp  4.000.000

 

 

     Giro Toko Antik Jogja

 

 Rp    3.900.000

 

     Komisi Inkaso

 

 Rp        100.000

Jurnal di Bank Niaga Jogja:

Tanggal

Rekening

Debet

Kredit

03/06/20

RAK Cab. Semarang

 Rp  4.000.000

 

 

     Giro BI

 

 Rp    4.000.000

 

Jurnal di cabang  penerbit (Bank Niaga Jakarta):

Tanggal

Rekening

Debet

Kredit

03/06/20

RTC

 Rp  4.000.000

 

 

     RAK Cab. Jogja

 

 Rp    4.000.000

 

 

Contoh 2:

Penjualan RTC melalui Agen Penjualan

·         1 Juni 2020 Bank Niaga Jakarta menyerahkan warkat RTC kepada biro wisata Bahgyo di Jakarta sebanyak 100 lembar. Nilai nominal pada setiap lembar RTC Rp 1.000.000.

Jurnal di Bank Niaga Jakarta saat menyerahkan Warkat RTC :

Tanggal

Rekening

Debet

Kredit

01/06/20

RAR Warkat RTC diserahkan

 

 Rp  100.000.000

 

·         2 Juni 2020 biro wisata Bahgyo melaporkan ke Bank Niaga Jakarta tentang penjualan 40 lembar RTC.

Jurnal di Bank  Niaga Jakarta saat menerima laporan penjualan RTC :

Tanggal

Rekening

Debet

Kredit

02/06/20

RAR Warkat yang diserahkan

 Rp  40.000.000

 

 

Piutang RTC

 Rp  40.000.000

 

 

     RTC

 

 Rp    40.000.000

 

·         30 Juni 2020, biro wisata Bahgyo melunasi hasil penjualannya kepada Bank Mitra Niaga Semarang telah dipotong komisi penjualan RTC Rp. 400.000 pelunasannya atas beban giro biro wisata Bahgyo. 

Jurnal di Bank Niaga Jakarta secara kredit:

Tanggal

Rekening

Debet

Kredit

30/06/20

Giro BI Wisata Bahgyo

 Rp    39.600.000

 

 

Biaya Komisi RTC

 Rp         400.000

 

 

     Putang RTC

 

 Rp    40.000.000

 

Secara Tunai:

Tanggal

Rekening

Debet

Kredit

30/06/20

Kas

 Rp  40.000.000

 

 

Biaya Komisi RTC

 Rp        400.000

 

 

     Putang RTC

 

 Rp    40.400.000

 

 

Pada kasus tertentu, saat penerbitan kembali RTC yang hilang Jurnal yang dilakukan oleh Bank penerbit adalah :

RTC ( lama )                                       Rp. XXXX

Kas / giro                                             Rp. XXXX

        RTC ( baru )                                                        Rp. XXXX

       Pendapatan komisi penerbitan RTC                    Rp. XXXX

 


Demikian materi pembahasan akutansi kredit yang diberikan dan akuntansi jasa lainnya.

Terima kasih sudah membaca dan semoga bermanfaat. Have a nice day!



Posting Komentar untuk "Akuntansi Jasa Lainnya"