AKUNTANSI DEPOSITO & AKUNTANSI GIRO
- Dewi Komala Sari (2016121300)
- Maya Rizki (2016121986)
- Rahmat Fauzi (2016121146)
- Rina Erviyana Ramadhan (2016122048)
- Siti Nur Afni Octavia (2016121104)
Akuntansi Deposito
Akuntansi Transaksi Deposito Berjangka
Deposito merupakan simpanan masyarakat atau pihak ketiga yang penarikannya dapat dilakukan pada waktu tertentu menurut perjanjian antara penyimpan dengan bank yang bersangkutan. Penarikan deposito hanya boleh dilakukan pada saat tertentu menurut jatuh temponya. Jatuh tempo deposito umumnya terdiri dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, 18 bulan, dan 24 bulan. Pada kondisi bank membutuhkan dana likuiditas yang relatif besar, semakin lama jangka waktu deposito semakin tinggi tingkat suku bunganya. Sebaliknya dalam kondisi longgar (ekonomi normal) tingkat suku bunga deposito akan semakin kecil untuk deposito yang berjangka waktu lama.
Deposito masyarakat dapat dikategorikan kewajiban jangka pendek bila sejak tanggal pelaporan hingga jatuh temponya tidak melebihi 1 tahun, sedangkan kewajiban jangka panjang apabila deposito yang jatuh temponya lebih dari 1 tahun sejak tanggal pelaporan.
Untuk membuka deposito, deposan dapat menggunakan setoran tunai, cek, bilyet giro, bukti transfer masuk, wesel atau warkat lain yang disepakati bank. Prinsipnya pada saat warkat disetor warkat tersebut harus sudah efektif, artinya dapat diuangkan. Bank akan mencatat dalam rekening deposito bila waktu itu telah diuangkan. Deposito dicatat sebesar nilai nominal deposito yang tertera dalam perjanjian.
Beberapa bank memperhitungkan bunga harian untuk deposito, ini artinya berapa haripun deposito mengendap akan diberikan bunga sebagaimana tabungan, hanya saja tetap terikat jangka waktu deposito. Perhitungan bunga yang lazim adalah minimal mengendap 1 bulan.
Pencatatan Deposito jatuh tempo diasumsikan apabila penarikan bunga dilakukan setiap tanggal 5, maka bank akan membukukan bunga dua kali yaitu saat jatuh tempo bunga dan saat penarikan bunga. Hal ini sampai dengan jatuh tempo deposito. Oleh karena itu penarikan deposito diasumsikan terjadi tanggal 5 juga. Sehingga bank akan membukukan dua kali yaitu saat jatuh tempo dan saat deposito ditarik. Deposito yang telah jatuh tempo bisa diperpanjang dengan dua cara yaitu:
- Perpanjangan Otomatis (Automatic Rollover) Perpanjangan ini dilakukan karena permintaan deposan yang sudah dibuat atau diperjanjikan pada saat pembukaan deposito. Dengan demikian bank tidak perlu menghubungi deposan atau sebaliknya deposan tidak perlu lagi menghubungi bank untuk memperpanjang deposito.
- Perpanjangan Biasa Perpanjangan ini terjadi bila ada kesepakatan antara bank dengan deposan dikemudian hari saat jatuh tempo. Perpanjangan ini bisa inisiatif deposan atau insiatif bank (home service) untuk nasabah deposan. Kedua cara perpanjangan tersebut tidak berbeda pencatatannya. Bank akan mendebet rekening deposito lama dan mengkredit rekening deposito baru. Nomor rekening deposito dan bilyet deposito tetap sama (menggunakan yang lama). Kecuali suku bunga deposito berubah ketika terjadi perpanjangan deposito.
Penarikan deposito berjangka sebelum jatuh tempo. Lazimnya deposito ditarik setelah jatuh tempo, sebab dalam perjanjian sudah tertera jangka waktunya. Namun dalam praktek perbankan, deposan bisa saja menarik deposito yang masih outstanding. Penarikan deposito sebelum jatuh tempo dapat mengganggu likuiditas bank, sebab idealnya bank akan menyiapkan dana untuk membayarkan sesuai dengan jadwal pembayaran. Oleh karena itu, bank umum (konvensional) mengenakan penalty tertentu terhadap deposan bila penarikan dilakukan sebelum jatuh tempo. Penalty deposito dicatat sebagai pendapatan lain-lain bank. Kebijakan mengenai penalty setiap bank berbeda-beda. Namun secara umum adalah:
a. Penalty dihitung sekian persen tertentu dari bunga sebelum pajak.
b. Penalty dihitung sekian persen tertentu dari bunga setelah pajak.
c. Penalty dihitung sekian persen tertentu dari nominal deposito.
Sertifikat deposito pada prinsipnya sama dengan deposito berjangka yaitu simpanan dana pihak ketiga/masyarakat dan terikat oleh jangka waktu (fixed time). Perbedaannya adalah sertifikat deposito diterbitkan atas unjuk (pembawa), sedangkan deposito berjangka diterbitkan atas tunjuk (nama). Sebagai deposito yang diterbitkan atas pembawa berarti siapa saja boleh menarik sertifikat deposito selama bisa menujukkan sertifikat deposito tersebut kepada bank penerbit. Disamping itu sertifikat deposito dapat diperdagangkan oleh masyarakat setelah mendapat ijin dari Bank Indonesia. Bunga sertifikat deposito diperhitungkan dan dibayarkan dimuka. Dengan demikian deposan untuk sertifikat deposito pada saat membuka deposit tersebut hanya membayar sebesar nilai tunai sertifikat deposito ditambah sejumlah pajak bunga yang diperhitungkan dimuka. Pencatatan sertifikat deposito sebesar nilai nominalnya
Rumus:
Keterangan:
P = Nilai Nominal Sertifikat Deposito
i = Tingkat suku bunga Sertifikat Deposito
t = Jangka waktu (dalam hari)
1.
Pada tanggal 16 Juni 2019
Tuan Reyhan membeli 5 lembar sertifikat deposito nominal @Rp. 10.000.000 pada
Bank Niaga Surabaya. Tuan Reyhan menyerahkan cek-nya sendiri sebesar Rp. 20.000.000
bilyet giro yang diterbitkan Bank Niaga Surabaya atas nama Riki sebesar Rp.
15.000.000 sisanya disetor secara tunai. Jangka waktu sertifikat deposito
tersebut adalah 3 bulan, suku bunga 12% pa. Pajak bunga 20% dan 1 tahun
dihitung 365 hari.
Pertanyaan
Berapakah
jumlah yang harus Tuan Reyhan bayar dan buatlah jurnal yang diperlukan.
Jawab
Saat penempatan:
Nominal
sertifikat diskonto (5 lembar x Rp. 10.000.000) =
Rp. 50.000.000
Nilai
tunai (Rp. 50.000.000 x 365 hari) : (365 hari + (18% tingkat =(Rp. 48.532.071)
diskonto
x 92 hari diskonto)
Bunga
dibayar dimuka = Rp. 1.467.929
Pajak
bunga 20% = (Rp. 293.586)
Bunga
bersih yang dibayar oleh Bank = Rp. 1.174.343
Jumlah yang harus dibayar
oleh Tuan Reyhan ke bank:
Nominal
sertifikat diskonto =
Rp. 50.000.000
Bunga
bersih yang dibayar oleh Bank =
(Rp. 1.174.343)
Nilai
yang harus dibayar =
Rp. 48.825.657
Dibayar
dengan:
Giro Tuan Reyhan = Rp. 20.000.000
Giro Riki =
Rp. 15.000.000
=
(Rp. 35.000.000)
Dibayar tunai = Rp. 13.825.657
Jurnal
Saat
penempatan (16 Juni 2019)
Giro
Tuan Reyhan Rp. 20.000.000
Giro
Riki Rp. 15.000.000
Kas Rp.
13.825.657
Bunga
SD dibayar dimuka Rp. 1.467.929
Hutang PPh Rp. 293.586
Sertifikat deposito Rp. 50.000.000
Saat
Amortisasi (30 Juni 2019)
Beban
bunga SD Rp.
239.336
Bunga SD dibayar dimuka Rp.
239.336
Perhitungannya:
Total
bunga 92 hari Rp. 1.467.929
Beban
bunga 16 – 30 Juni 2019 (15 hari)
15/92
x Rp. 1.467.929 = Rp. 239.336
Saat
Amortisasi (31 Juli dan 31 Agustus 2019)
Beban
bunga SD Rp.
494.628
Bunga SD dibayar dimuka Rp.
494.628
Perhitungannya:
Total
bunga 92 hari Rp. 1.467.929
Beban
bunga (31 hari)
31/92 x Rp. 1.467.929 = Rp. 494.628
Saat
jatuh tempo dan amortisasi ( 16 September 2019)
Biaya
bunga Rp. 239.336
Sertifikat
deposito Rp.
50.000.000
Bunga dibayar dimuka Rp. 239.336
Kas Rp.
50.000.000
Perhitungannya:
Total
bunga 92 hari Rp. 1.467.929
Beban
bunga (15 hari)
15/92
x Rp. 1.467.929 = Rp. 239.336
2. Ny.Sherly ingin menerbitkan deposito berjangka senilai Rp 15.000.000 untuk jangka waktu 6 bulan. Pembayaran dibebankan ke rekening tabungannya. Bunga 10% p.a dan diambil setiap bulan tunai, pajak dikenakan 15%.
Diminta:
a. Buatlah
jurnal yang dibutuhkan untuk melakukan pencatatan terhadap pembukaan deposito
dan pencairan bunganya setiap bulan.
b. Buatlah
jurnal yang diperlukan jika Ny.Sherly ingin mencairkan depositonya pada bulan
ke-3, jika dikenakan denda penalty atas pencairan tersebut sebesar 20% yang dihitung
dari bunga sebelum pajak.
Jawaban:
a. Pembukaan
Deposito
|
Keterangan |
Debit(Rp) |
Kredit(Rp) |
|
Tabungan |
15.000.000 |
|
|
Kas |
|
15.000.000 |
Bunga
(Rp 15.000.000 x 10% x
1/12) = Rp 125.000
|
Keterangan |
Debit(Rp) |
Kredit(Rp) |
|
Dr.
Biaya Bunga |
125.000 |
|
|
Cr. Bunga DB harus
dibayar |
|
125.000 |
Penarikan Bunga
Hutang PPh (Rp125.000 x
15%) = Rp18.750
|
Keterangan |
Debit(Rp) |
Kredit(Rp) |
|
Dr.
Bunga DB harus dibayar |
125.000 |
|
|
Cr. Hutang PPh |
|
18.750 |
|
Cr. Kas/giro |
|
106.250 |
b. Bunga
deposito = Rp 15.000.000 x 10% x 3/12 Rp
375.000
Pajak bunga = Rp 375.000
x 15% (Rp
56.250)
Bunga
setelah pajak Rp
318.750
Penalty = Rp 375.000 x
20% (Rp 75.000)
Bunga
deposito dibayar bank Rp
243.750
Jurnal:
|
Keterangan |
Debit
(Rp) |
Kredit
(Rp) |
|
Dr. Deposito berjangka |
15.000.000 |
|
|
Dr. Biaya Bunga |
375.000 |
|
|
Cr.
Pendapatan lain-lain penalty |
|
75.000 |
|
Cr.
Hutang PPh |
|
56.250 |
|
Cr.
Kas |
|
15.243.750 |
Akuntansi Giro
Giro merupakan simpanan masyarakat pada bank yang penarikannya dapat dilakukan dengan menggunakan cek, surat perintah bayar yang lain, bilyet giro, atau surat pemindah bukuan yang lain. Cek adalah surat perintah pembayaran tanpa syarat. Adapun syarat formal Cek, antara lain:
- Ada kata “cheque” atau cek, check
- Ada kata perintah tak bersyarat untuk membayar sejumlah uang tertentu
- Ada nama bank tertarik
- Ada tempat dimana pembayaran dilakukan
- Ada tanggal dan tempat dimana cek dikeluarkan
- Ada tanda tangan si penarik
Sifat cek, antara lain :
1. Cek dapat dibayar tunai
2. Dapat dibayar setiap saat ditunjukkan
3. Masa berlaku cek adalah 70 hari sejak tanggal pembukaan
4. Cek tidak dapat dibatalkan oleh penarik kecuali disertai surat dari Kepolisian yang menyatakan cek tersebut hilang.
Sedangkan bilyet giro adalah surat perintah pemindah bukuan. Adapun syarat formal bilyet giro, antara lain :
1. Ada nama “Bilyet Giro” pada formulir BG
2. Ada nomor seri Bilyet Giro
3. Ada kata perintah yang jelas tanpa syarat untuk memindah bukukan sejumlah dana atas saldo penarik
4. Ada nama bank tertarik
5. Ada lokasi atau tempat penarikan dilakukan
6. Ada nama pihak yang menerima pemindah bukuan
7. Ada jumlah dana yang dipindah bukukan baik dalam angka maupun huruf
8. Ada tanda tangan penarik
9. Ada tanggal penarikan / tanggal efektif berlakunya perrintah dalam BG
Adapun sifat dari bilyet giro, antara lain ;
1. BG tidak dapat dibayar tunai dan hanya dapat dilakukan melalui pemindah bukuan
2. Pembayaran dapat dilakukan pada saat BG jatuh tempo
3. Masa berlaku warkat adalah 70 hari dari tanggal pembukaan. Bila tidak dicantumkan tanggal pembukaan, maka tanggal efektif dapat dijadikan sebagai dasar perhitungannya.
4. BG dapat dibatalkan oleh penarik secara sepihak dengan catatan saldo mencukupi. Pada saat BG jatuh tempo, BG tidak dapat dibatalkan apabila saldo tidak mencukupi untuk menutupi nilai yang tercantum pada BG. Pembatalan BG harus disertai alasan pembatalan
Giro dapat ditarik setiap saat, sehingga giro dikelompokkan sebagai sumber dana jangka pendek bagi bank dan berbiaya murah. Bank cenderung memberikan jasa giro relatife lebih rendah dibandingkan dengan sumber dana lainnya seperti tabungan dan deposito.
Tanggal:
1/4 Dibuka
rekening giro atas nama Susilo dengan setoran perdana Rp 1.000.000 secara
tunai.Biaya
penggantian barang cetakan berupa buku cek dan bilyet giro sebesar Rp 50.000
yangdibayar tunai.
5/4 Susilo setor tunai untuk giro sebesar Rp 500.000
10/4 Susilo menyetor
giro berupa cek BNI Semarang Rp 1.500.000 dan kliring dinyatakanberhasil hari ini
15/4 Susilo menarik
cek No.1124 sebesar Rp 500.000 untuk membayar hutang kepada Samsudin nasabah giro bank bisnis
Semarang. Pada hari ini juga Samsudin menyetorkan kepada bankbisnis tsb
17/4 Pada hari ini
Susilo mentransfer dana ke cabang Surabaya atas beban giro sebesar Rp1.000.000
20/4 Susilo
setor giro secara tunai Rp 750.000
25/4 Bank bisnis
Semarang menerima transfer masuk dari cabang Cirebon sebesar Rp 1.200.000 untuk keuntungan giro Susilo
27/4 Penarikan giro
oleh Susilo untuk ditransfer ke cabang Bandung sebesar Rp 2.000.000
Bank bisnis menentukan jasa giro 12% akan
diberikan dengan saldo minimal Rp1.000.000. jasa giro dihitung
dari saldo terendah dalam bulan yang bersangkutan. Pajakpenghasilan
bunga (pph) sebesar 15% dan biaya administrasi Rp 50.000 setiap bulan.
Dengan informasi tersebut, maka jurnal pembukuannya
adalah:
|
Tanggal
|
Rekening
|
Debet
(Rp) |
Kredit
(Rp) |
|
2003 |
|
|
|
|
1 April |
Dr. Kas |
1.050.000 |
|
|
|
Cr. Giro Susilo |
|
1.000.000 |
|
|
Cr. Barang Cetakan |
|
50.000 |
|
5 April |
Dr. Kas |
500.000 |
|
|
|
Cr. Giro Susilo |
|
500.000 |
|
10 April |
Dr. Giro BI |
1.500.000 |
|
|
|
Cr. Giro Susilo |
|
1.500.000 |
|
15 April |
Dr. Giro Susilo |
500.000 |
|
|
|
Cr. Giro
Samsudin |
|
500.000 |
|
17 April |
Dr. Giro Susilo |
1.000.000 |
|
|
|
Cr. RAK Cabang
Surabaya |
|
1.000.000 |
|
20 April |
Dr. Kas |
750.000 |
|
|
|
Cr. Giro Susilo |
|
750.000 |
|
25 April |
Dr. RAK Cabang Cirebon |
1.200.000 |
|
|
|
Cr. Giro Susilo |
|
1.200.000 |
|
27 April |
Dr. Giro Susilo |
2.000.000 |
|
|
|
Cr.
RAK Cabang Bandung |
|
2.000.000 |
|
30 April |
Dr. Bunga Giro |
10.000 |
|
|
|
Cr.
Giro Susilo |
|
10.000 |
|
|
Dr. Giro Susilo |
1.500 |
|
|
|
Cr.
Hutang PPH |
|
1.500 |
|
|
Dr. Giro Susilo |
50.000 |
|
|
|
Cr.
Pend. Oprs Lainnya |
|
50.000 |
Daftar mutasi giro a/n Susilo
|
Tanggal |
Keterangan |
Debet |
Kredit |
Saldo |
|
1 April |
Setor tunai |
|
1.000.000 |
1.000.000 |
|
5 April |
Setor tunai |
|
500.000 |
1.500.000 |
|
10 April |
Setor
kliring |
|
1.500.000 |
3.000.000 |
|
15 April |
Pengambilan |
500.000 |
|
2.500.000 |
|
17 April |
Transfer
keluar |
1.000.000 |
|
1.500.000 |
|
20 April |
Setor tunai |
|
750.000 |
2.250.000 |
|
25 April |
Transfer
masuk |
|
1.200.000 |
3.450.000 |
|
27 April |
Transfer keluar |
2.000.000 |
|
1.450.000 |
|
|
Bunga giro |
|
10.000 |
1.460.000 |
|
|
Pph |
1.500 |
|
1.458.500 |
|
|
Beban
administrasi |
50.000 |
|
1.408.500 |
Tanggal
|
1 Mei |
Dibuka rekening giro atas nama Fauzi
dengan setoran perdana Rp4.000.000 secara tunai. Biaya penggantian barang
cetakan berupa buku cek dan bilyet giro sebesar Rp 110.000 yang dibayar
tunai. |
|
5 Mei |
Fauzi setor tunai untuk giro sebesar Rp
2.000.000. |
|
9 Mei |
Fauzi menyetor giro berupa cek BJB J Rp
2.500.000 dan kliring dinyatakan berhasil hari ini. |
|
11 Mei |
Fauzi menarik cek no. 1234 sebesar
Rp1.500.000 untuk membayar hutang kepada Dewi nasabah giro BJB cab Bekasi. |
|
12 Mei |
Fauzi mentransfer dananya ke cabang
Jakarta atas beban giro sebesar Rp 4.000.000. |
|
19 Mei |
Bank Prima Yogyakarta menerima transfer
masuk dari Cabang Yogjakarta sebesar Rp6.200.000 untuk keuntungan giro Fauzi. |
|
22 Mei |
Penarikan giro oleh Fauzi untuk
ditransfer ke Cabang Tangerang sebesar Rp 1.500.000. |
|
29 Mei |
Penarikan giro oleh Fauzi untuk
pembayaran yang ditransfer ke Cabang Bandung sebesar Rp 200.000. |
|
Bank Prima menentukan jasa giro 4% akan
diberikan dengan saldo minimal Rp1.000.000. Jasa giro dihitung dari saldo
akhir dalam bulan yang bersangkutan. Pajak Penghasilan Bunga (PPh) sebesar Rp
15% dan biaya administrasi Rp50.000 setiap bulan. Dengan informasi tersebut
di atas,
|
|
|
Tanggal |
Rekening |
Debit |
Kredit |
|
May 1, 2020 |
Kas |
4,110,000 |
|
|
|
Giro Tn Fauzi |
|
4,000,000 |
|
|
Barang Cetakan - Buku Cek |
|
110,000 |
|
May 5, 2020 |
Kas |
2,000,000 |
|
|
|
Giro Tn Fauzi |
|
2,000,000 |
|
May 9, 2020 |
Giro BI |
2,500,000 |
|
|
|
Giro Tn Fauzi |
|
2,500,000 |
|
May 11, 2020 |
Giro Tn Fauzi |
1,500,000 |
|
|
|
Giro Ny Dewi |
|
1,500,000 |
|
May 12, 2020 |
Giro Tn Fauzi |
4,000,000 |
|
|
|
RAK Cab Jakarta |
|
4,000,000 |
|
May 19, 2020 |
RAK Cab Yogjakarta |
6,200,000 |
|
|
|
Giro Tn Fauzi |
|
6,200,000 |
|
May 22, 2020 |
Giro Tn Fauzi |
1,500,000 |
|
|
|
RAK Cab Tangerang |
|
1,500,000 |
|
May 29, 2020 |
Giro Tn Fauzi |
200,000 |
|
|
|
RAK Cab Bandung |
|
200,000 |
|
May 31, 2020 |
Bunga Giro |
25,000
|
|
|
(7,500,000 x 4% x 1/12 = Rp. 25,000) |
|
|
|
|
|
Giro Tn Fauzi |
|
25,000
|
|
|
Giro Tn Fauzi |
3,750
|
|
|
|
Hutang PPh |
|
3,750
|
|
(25,000 x 15% = Rp. 3,750) |
|
|
|
|
|
Giro Tn Fauzi |
50,000
|
|
|
|
Pendapatan Ops Lainnya |
|
50,000
|
Mutasi Tn Fauzi
|
Tanggal |
Keterangan |
Debit |
Kredit |
Saldo |
|
May 1, 2020 |
Setor Tunai |
|
4,000,000 |
4,000,000 |
|
May 5, 2020 |
Setor Tunai |
|
2,000,000 |
6,000,000 |
|
May 9, 2020 |
Setor Kliring |
|
2,500,000 |
8,500,000 |
|
May 11, 2020 |
Penarikan |
1,500,000 |
|
7,000,000 |
|
May 12, 2020 |
Transfer Keluar |
4,000,000 |
|
3,000,000 |
|
May 19, 2020 |
Transfer Masuk |
|
6,200,000 |
9,200,000 |
|
May 22, 2020 |
Transfer Keluar |
1,500,000 |
|
7,700,000 |
|
May 22, 2020 |
Transfer Keluar |
200,000 |
|
7,500,000 |
|
May 31, 2020 |
Bunga Giro |
|
25,000 |
7,525,000 |
|
|
Hutang PPh |
3,750 |
|
7,521,250 |
|
|
Beban Administrasi |
50,000 |
|
7,471,250 |


Posting Komentar untuk "AKUNTANSI DEPOSITO & AKUNTANSI GIRO"